Hari Terakhir

Hari sabtu pertama di tahun 2020, dan saya masih menemani istri isolasi mandiri di rumah.

Pagi ini terasa sedikit berbeda. Hari lebih cerah. Matahari menunjukkan batang hidungnya. Kami berdua bangun uuntuk sarapan. Sambil memegang handphone masing-masing. 

Saya, tentu saja membalas satu persatu ucapan, baik dari saudara maupun dari kawan.
Sedangkan istri, terlihat asik sendiri, entah sedang apa, biasanya berbincang dengan rekan kerja ataupun sesama penyintas #COVID19 

Tidak lama muncul berita menggembirakan, salah satu saudara saya yang bekerja di Balai Pengendalian Penyakit, memberitahu, bahwa hasil swab istri saya = NEGATIF. Puji Tuhan ? 

Saya bersama istripun sangat bergembira. Kami segera memberitahukan keoada sanak saudara. Namun hasil ini belum resmi, masih menunggu report tertulis. Tapi paling tidak kami sudah lega untuk keluar. Maklum, istri sudah sangat suntuk. 

Kebetulan sore hari, saya dapat job memotret ibadat pertunangan seorang kawan. Tentu saja setelah mendapat persetujuan dari istri. 

Dan kami mengakhiri hari itu dengan penuh sukacita. Karena, kami sudah bisa tidur bersama dalam satu kamar. 

Begitu tenteramnya tidur bersama istri dalam pelukan.
Selamat tidur istriku yang hebat.
Terimakasih engkau tetap semangat menjalani kehidupan yang terkadang berat ini.
Saat ini beristirahatlah dalam pelukku. ? 

Terima kasih semua doa dan dukungan dari keluarga, teman serta lingkungan sekitar. Semoga cerita ini menginspirasi kita semua dalam melewati pandemi ini. Kita bisa melawan COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 5